Dua Minggu Tanpa Hujan, Petani di Desa Setiap Terpaksa Pompa Air ke Sawah
- Jan 29, 2026
- KIM DESA SETIAP
DESA SETIAP, RT 05 – Memasuki Akhir bulan, sejumlah petani di RT 05 Desa Setiap mulai was-was. Pasalnya, curah hujan yang minim dalam dua minggu terakhir membuat sawah tadah hujan di wilayah tersebut mulai mengering.
Tanah sawah yang mulai pecah-pecah memaksa para petani putar otak agar tanaman padi mereka tidak mati. Akibatnya, sejak satu minggu terakhir, aktivitas pengairan menggunakan mesin pompa air (pompanisasi) menjadi pemandangan sehari-hari di RT 05.
"Sudah dua minggu tidak ada hujan sama sekali di sini. Kalau hanya mengandalkan tadah hujan, tanaman padi terancam kekeringan dan gagal panen. Jadi terpaksa setiap hari nyedot air dari sungai terdekat pakai mesin pompa," ujar Bp. JUNAIDI, salah satu petani di RT 05, Rabu ,28 Januari 2026.
Penggunaan mesin pompa ini dilakukan tidak hanya untuk mengairi, tetapi juga untuk menyiram sawah yang mulai kering kerontang. Hal ini menambah biaya operasional produksi padi, terutama untuk pembelian bahan bakar solar.
Petani berharap, kondisi kekeringan ini tidak berlangsung lama dan hujan segera turun agar mereka tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk operasional mesin pompa air, mengingat hasil panen yang belum pasti.
Hingga berita ini diturunkan, para petani masih bahu-membahu mengatur giliran penyedotan air dari sumber air yang tersisa.