Sekolah Lapang Kembali Digelar: Fokus Tuntaskan Serangan Hama dan Virus Padi

  • May 25, 2026
  • KIM DESA SETIAP
Setiap 22 Mei 2026,  Program Sekolah Lapang (SL) kembali digalakkan Di Desa Setiap . Kegiatan ini disambut antusias oleh para petani yang saat ini tengah menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Kali ini, materi yang diberikan dalam Sekolah Lapang menitikberatkan pada dua musuh utama petani: hama perusak tanaman dan infeksi virus pada padi.
Strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
Dalam kegiatan praktik dan teori di lahan, para petani diajarkan cara mengidentifikasi berbagai jenis hama. Salah satu fokus utama adalah penanganan hama wereng cokelat yang menjadi vektor utama pembawa penyakit atau virus pada tanaman padi. Para pemandu lapang menekankan pentingnya Budidaya Tanaman Sehat (BTS) serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Petani tidak hanya mengandalkan pestisida kimia, tetapi juga dilatih untuk memanfaatkan musuh alami hama, menanam tanaman perangkap (refugia), serta menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap serangan.
Mitigasi dan Pengendalian Virus Padi
Selain hama, para peserta juga mendapatkan edukasi mendalam mengenai virus yang menyerang tanaman padi, seperti penyakit kerdil hampa dan tungro. Penyuluh mengingatkan bahwa virus sering kali disebarkan oleh serangga hama. Oleh karena itu, kunci utama menekan penyebaran virus adalah dengan mengendalikan populasi serangga pembawa sejak awal masa tanam.
Para petani juga diajarkan cara mengenali gejala awal tanaman yang terinfeksi, seperti daun yang menguning, pertumbuhan yang terhambat, atau malai padi yang hampa. Jika ditemukan gejala, pemandu lapangan mengarahkan agar dilakukan langkah isolasi dan sanitasi lingkungan lahan dengan cepat dan tepat.
Harapan untuk Petani
Pelaksanaan Sekolah Lapang ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian petani. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang ekosistem sawah, petani diharapkan dapat mengambil keputusan secara mandiri kapan harus melakukan tindakan pengendalian dan kapan harus membiarkan musuh alami bekerja.
Selain untuk menekan angka gagal panen dan menjaga kualitas gabah, program ini juga bertujuan untuk mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, menekan biaya produksi akibat penggunaan pestisida yang berlebihan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.
Kegiatan Sekolah Lapang secara rutin ini akan terus berlangsung selama satu musim tanam penuh guna memastikan para petani benar-benar menguasai teknologi dan keterampilan pengendalian di lapangan.